Kuda bunting mati

Kuda bunting mati

Kamis, 1 Mei 2008

Saya sedang jalan kaki dari Malioboro Mall menuju tempat parkir depan di Gedung DPRD DIY, yang berjarak hanya 100 meter, untuk mengambil sepeda motor.

Sampai di depan toko pakaian Ramayana, Saya lihat kerumunan. Asap mengepul dari kerumunan itu. Asalnya dari kertas yang dibakar di bawah perut seekor kuda!

Saya belum pernah lihat kejadian seperti itu. Lima orang memegangi kuda itu, menahannya seperti akan jatuh. Perut kudanya diolesi minyak kayu putih, dan diberi minuman bersoda. Saya foto, karena ini langka. Seseorang, yang ikut menonton di samping Saya, bilang, kuda itu masuk angin.

Setengah jam Saya menonton kuda sekarat itu. Saya tinggalkan lokasi ketika kuda itu tidak dipegangi lagi, dan akhirnya roboh, lalu dan menggelepar-gelepar. Entahlah kelanjutan nasib kuda ‘masuk angin‘ itu.

Besoknya, Saya buka milis FPK. Saya baca post berjudul “Lelah bawa wisatawan, seekor kuda tewas di Malioboro“. Baru Saya mafhum, kuda itu bunting, kelelahan lalu, tidak lama setelah Saya pergi, mati. Kasihan.

2 thoughts on “Kuda bunting mati

  1. Ckck, kasihan bgt sih kudanya. Memang sih, cuma binatang. Cuman, jangan sampai tersiksa gitu dong matinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× nine = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>